Capai Berat Badan Ideal dengan Hidup Sehat

Setiap orang pasti ingin mendapatkan berat badan yang ideal. Yaitu berat badan yang lebih seimbang, tak terlalu gemuk juga tak terlalu kurus. Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki berat badan yang tak ideal.

Diantara Anda ada yang butuh penurun berat badan namun ada pula yang butuh konsumsi makanan untuk naikkan berat badan.

Untuk itu Anda harus bisa memeriksakan diri pada dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran untuk membuat berat badan Anda lebih ideal dengan cara yang sehat.

Rekomendasi Dapatkan Berat Badan Ideal dengan Lakukan Gaya Hidup Sehat

Anda bisa mendapatkan berat badan yang ideal dengan melakukan gaya hidup sehat. Jangan pernah berpikir untuk melakukan pola diet yang ekstrem meski memiliki hasil yang cepat dan memuaskan.

Beberapa orang menggunakan diet ketat untuk penurun berat badan mereka meski tak mengetahui apakah hal itu baik untuk kesehatan tubuh mereka atau tidak.

Berikut beberapa rekomendasi tips untuk bisa membuat Anda dapatkan berat badan yang ideal.

  1. Atur menu dan pola makan sehat

Cara yang pertama adalah dengan mulai mengatur menu makan serta menerapkan pola makan yang sehat untuk tubuh Anda. Anda harus tahu seberapa jumlah kebutuhan gizi dan nutrisi dalam tubuh Anda.

Selain itu Anda juga harus mengetahui jenis makanan dan minuman yang bagus untuk dikonsumsi sehingga selain bisa memenuhi gizi dan nutrisi sekaligus bisa membuat berat badan Anda lebih ideal.

Mengatur pola dan menu makan bukan saja akan berdampak baik untuk berat badan Anda namun juga akan berdampak yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan.

  1. Mulai hari Anda dengan olahraga

Sebisa mungkin mulai hari Anda dengan melakukan gerakan olahraga. Anda bisa melakukan gerakan olahraga ringan dari mulai jogging, jalan cepat, bersepeda hingga melakukan senam di rumah.

Gerakkan tubuh Anda setiap hari secara rutin akan sangat membantu proses metabolisme dalam tubuh sekaligus membuat tubuh Anda jauh lebih rileks dan lentur.

Otot tubuh pun akan terlatih untuk bergerak sehingga Anda pun akan terhindar dari resiko cedera otot. Selain itu pastinya Anda akan memiliki semangat tambahan untuk beraktivitas di hari itu.

  1. Jangan lupa sarapan

Sarapan memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh Anda. Usahakan untuk melakukan sarapan dengan menu makanan yang kaya nutrisi serta kalori.

Dari sarapanlah Anda akan mendapatkan energi untuk beraktivitas sehingga tubuh Anda pun tercukupi kebutuhan gizi dan nutrisinya.

  1. Kunyah makanan hingga lembut

Sering makan dengan terburu-buru? Jika sering, sebaiknya mulai sekarang hindari hal tersebut dengan mulai menikmati setiap waktu makan Anda.

Pastikan makanan yang Anda konsumsi bisa Anda kunyah dalam waktu lama hingga lembut. Tahukah Anda apa efeknya pada tubuh Anda? Hal itu akan membantu proses metabolisme dalam tubuh yang mana akan membuat Anda kenyang lebih lama.

Dampaknya? Tentu saja Anda tak akan merasakan kelaparan yang sangat mendukung untuk program penurun berat badan yang Anda lakukan.

  1. Buat target berapa banyak Anda harus melangkah di setiap harinya

Anda bisa membuat target berapa jumlah langkah yang harus Anda penuhi di hari itu. Gunakan penghitung langkah untuk mempermudah apa yang sedang Anda lakukan.

Melakukan olahraga tersebut di sela aktivitas Anda rupanya sangat efektif untuk bisa mendapatkan tubuh yang sehat dengan berat badan yang ideal.

Anda juga bisa lebih memilih untuk menggunakan tangga dibandingkan menggunakan lift di kantor atau pusat perbelanjaan.

  1. Dapatkan istirahat yang cukup

Dan yang terakhir adalah dengan berusaha untuk selalu mendapatkan waktu yang cukup untuk beristirahat setiap harinya yang juga bermanfaat untuk penurun berat badan secara efektif. . Hal itu bisa Anda dapatkan dengan selalu menyelesaikan tugas tepat waktu sehingga Anda pun bisa mengatur waktu bekerja dan istirahat dengan sebaik-baiknya.

Konsumsi Buah dan Sayuran Sehat Untuk Fisik dan Mental Tubuh

Memiliki tubuh yang sehat dengan berat badan yang ideal saja ternyata tak cukup. Anda juga harus memiliki kesehatan mental yang baik sehingga bisa menikmati hidup Anda dengan lebih baik.

Kabar baiknya, Anda bisa mendapatkan kesehatan mental yang baik dengan cara konsumsi beberapa jenis buah dan sayuran.

Tercatat beberapa jenis buah seperti jeruk, alpukat dan blueberry memiliki manfaat yang sangat bagus untuk kesehatan mental Anda.

Selain itu, Anda juga bisa konsumsi sayuran brokoli dan bayam sehingga memiliki tubuh yang sehat sekaligus terhindar dari  resiko menderita gangguan kesehatan mental.

Buah dan sayuran juga bisa digunakan sebagai makanan penurun berat badan yang efektif. Anda bisa mendapatkan banyak sekali manfaat hanya dari konsumsi buah dan sayuran, cukup menarik bukan? Semoga bermanfaat.

Kenali Gejala dan Kondisi Tubuh Penyebab Dehidrasi

Dehidrasi atau kekurangan air merupakan sebuah kondisi saat tubuh kehilangan jumlah air yang lebih dibandingkan dengan air yang masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini tentu sangat tidak baik, pasalnya sebagian besar dari tubuh kita disusun oleh air.

Air dari dalam tubuh hilang umumnya karena kulit yang mengeluarkan keringat secara terus menerus. Namun selain itu, ternyata ada lagi loh penyebab atau kondisi tubuh yang mengakibatkan dehidrasi. Apa saja penyebabnya? Simak penjelasan berikut ini:

Gejala Kekurangan Air Dalam Tubuh

Sebelum melanjutkan pembahasan ke penyebab atau kondisi tubuh yang mengakibatkan dehidrasi, tidak ada salahnya jika kita pahami terlebih dahulu gejala yang muncul jika tubuh kekurangan air. Ada beberapa gejala yang harus diketahui, seperti berikut ini:

  1. Rasa kantuk atau mengantuk
  2. Mulut terasa kering
  3. Rasa haus
  4. Urin sedikit
  5. Air mata juga sedikit

Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, maka segeralah mengonsumsi air, baik dalam bentuk air mineral maupun buah-buahan yang mengandung banyak air.

Kondisi Tubuh yang Menyebabkan Kekurangan Air

Selain karena konsumsi air yang kurang, dehidrasi juga bisa disebabkan oleh beberapa hal. Termasuk beberapa penyakit yang ada di tubuh bisa menyebabkan dehidrasi. Berikut ini 10 kondisi tubuh yang bisa menyebabkan dehidrasi.

  1. Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes juga ternyata bisa menyebabkan tubuh menjadi mudah kehilangan air. Kondisi ini dikarenakan tubuh selalu mengupayakan untuk menyeimbangkan kadar gula darah yang berlebih dengan cara membuangnya bersama urin. Sehingga sering kali para penyintas diabetes mengeluhkan buah air kecil yang terus menerus. Hal tersebut jika tidak diimbangi dengan konsumsi air dan buah, bisa menyebabkan dehidrasi.

  1. Sedang Menstruasi

Menstruasi juga bisa menyebabkan dehidrasi karena tubuh sedang memiliki hormon estrogen dan progesteron yang jumlahnya berbeda dari kondisi normal. Hal tersebut dapat mempengaruhi jumlah cairan yang ada di dalam tubuh.

  1. Minum obat tertentu

Ada beberapa obat yang juga menyebabkan dehidrasi. Obat tersebut menyebabkan frekuensi buang air kecil semakin sering yang menyebabkan tubuh kehilangan banyak air. Salah satunya obat diuretik pada pengidap hipertensi.

  1. Alkohol

Selain dilarang, alkohol juga bisa menyebabkan dehidrasi. Alkohol bisa menyebabkan kinerja hormon antidiuretik yang fungsinya untuk menyerap cairan menjadi terganggu.

  1. Stres

Kondisi stres juga bisa menyebabkan dehidrasi. Hal ini karena hormon aldosteron mengalami penurunan. Maka tubuh kehilangan kemampuan untuk mengendalikan cairan serta elektrolit yang ada didalamnya.

  1. Diet yang Rendah Karbohidrat

Usaha menurunkan berat badan melalui diet rendah karbo ternyata bisa menyebabkan kadar air berkurang sebab pada saat itu, tubuh tidak memiliki banyak karbohidrasi yang merupakan nutrisi dengan kandungan air di dalamnya.

  1. IBS

Inflammatory bowel syndrome juga bisa menyebabkan dehidrasi karena penyakit ini sering menyebabkan diare dan rasa mual yang berakibat tubuh menjadi kekurangan air pada kesehatan tubuh.

  1. Hamil dan Menyusui

Bukan hanya menstruasi saja, risiko dehidrasi pada wanita juga bisa terjadi saat hamil dan menyusui. Pada kondisi ini ibu hamil sering kehilangan air saat morning sickness, sedangkan ibu yang sedang menyusui sering kehilangan air bersama dengan elektrolit, protein, dan nutrisi lain yang keluar bersama ASI.

  1. Tinggal di Dataran yang Tinggi

Tinggal di area pegunungan atau dataran tinggi ternyata bisa menyebabkan dehidrasi karena frekuensi pernapasan dan BAK menjadi sering, sehingga tubuh sering mengeluarkan cairan.

  1. Lanjut Usia

Kondisi usia lanjut juga ternyata bisa menyebabkan tubuh lebih cepat dehidrasi. Oleh sebab itu, orang yang sudah lanjut usia harus lebih sering mengonsumsi air.

Autoimun: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Autoimun merupakan sebuah kondisi saat sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Imun tubuh seharusnya memiliki kemampuan untuk melawan bakteri, virus, atau mikroba jahat lainnya yang masuk ke dalam tubuh, namun pada mereka yang menderita autoimun, daya tahan tubuhnya tidak bisa melaksanakan fungsi tersebut. Justru sistem imun tubuhnya yang akan menyerang tubuh dan menyebabkan penyakit.

Penyakit atau ada juga yang menyebutnya sebagai kelainan autoimun ternyata terbagi dalam dua kategori.

  • Kategori autoimun organ spesifik. Pada kategori ini bisanya autoimun hanya ada pada organ tubuh tertentu saja. Misalnya Vitiligo yang hanya akan ditemukan di kulit.
  • Kategori autoimun sistemik. Untuk kategori ini jangkauan atau serangannya lebih meluas, bisa ke seluruh organ tubuh. Misalnya saja penyakit lupus dan rheumatoid arthritis.

Gejala Autoimun

Kondisi autoimun tidak muncul begitu saja. Ada beberapa gejala yang bisa mengindikasikan bahwa tubuh seseorang tidak memiliki fungsi imun tubuh yang semestinya. Berikut ini beberapa gejala dari penyakit ini:

  1. Lupus

Penyakit ini ternyata merupakan salah satu penyakit autoimun dengan gejala yang muncul seperti nyeri sendi, mudah sariawan, rambut rontok, kelainan kulit, sering demam, dan pucat.

  1. Reumatoid Arthritis

Penyakit ini sering menyerang sistem sendi tubuh. Gejala yang muncul biasanya rasa nyeri dan juga kaku pada jari-jari tangan terutama saat pagi hari.

  1. Ankylosing Spondilitis

Penyakit ini juga bisa masuk sebagai salah satu penyakit autoimun. Gejala yang timbul seperti sakit pinggang yang dirasakan saat pagi,

  1. Skleroderma

Gejala dari autoimun lainnya juga bisa dirasakan pada penderita Skleroderma, pada penyakit ini gejala yang muncul seperti kulit menjadi keras dan tebal, sehingga pada kondisi tersebut kulit tubuh akan kencang dan juga mengkilat.

  1. Sjorgen Syndroma

Kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala seperti lemas, nyeri sendi, mata mengering, dan mulut juga kering. Kondisi ini bisa mengakibatkan kerusakan mata dan gigi serta organ dalam lain seperti ginjal dan paru-paru.

Penyebab Autoimun

Setiap penyakit pastilah memiliki penyebabnya. Namun untuk autoimun ini sebenarnya belum bisa diketahui secara pasti penyebabnya. Salah satu faktor yang memiliki peran untuk menimbulkan kelainan ini yaitu faktor genetik.

Akan tetapi faktor tersebut juga bukan menjadi satu-satunya pemicu. Ada juga orang yang memiliki orang tua dengan kelainan ini, namun dirinya tidak mengalami autoimun. Faktor infeksi dari virus ataupun bakteri juga menjadi faktor yang cukup besar menyebabkan penyakit ini.

Ada juga teori yang menjelaskan bahwa adanya pengaruh dari bahan kimia tertentu bisa menyebabkan munculnya penyakit yang mengalahkan imunitas tubuh. Maka dari itu kita semua harus selalu waspada dan peduli terhadap kesehatan tubuh masing-masing.

Cara Untuk Mencegah Autoimun

Jika melihat dari gejala yang ditimbulkan akibat penyakit ini, kita mungkin akan langsung merasa takut jika memiliki penyakit yang satu ini. Akan tetapi penyakit atau kelainan ini ternyata bisa dicegah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah autoimun seperti:

  • Menjaga berat badan
  • Menjauhi rokok
  • Menjaga badan agar tidak terinfeksi bakteri ataupun virus
  • Menjaga jumlah vitamin D di dalam darah agar selalu normal

Itu beberapa hal yang bisa kita ketahui dari penyakit autoimun. Meskipun penyakit ini disebut-sebut belum ada obatnya, namun risiko atau gejala yang muncul dari penyakit ini bisa diminimalisir. Dan menjaga vitamin serta kondisi tubuh agar selalu fit menjadi salah satu kunci agar penyintas autoimun tetap sehat dan bisa beraktivitas dengan normal.